Aloe Species – Spesies Aloe (Lidah Buaya)
Aloe broomii
gambar : jardinexotiqueroscoff.com
gambar : jardinexotiqueroscoff.com
Lidah buaya (Aloe vera) yang kondang sebagai tanaman hias berkhasiat menyuburkan rambut itu ternyata hanya satu dari 270 spesies anggota genus aloe.
Kenapa aloe disebut sukulen ? Karena
aloe mampu menyimpan air cadangan pada jaringan daunnya. Bentuk daun
tebal, berdaging, dan banyak mengandung air. Daunnya berguna untuk
bertahan hidup pada masa-masa sulit air, kemarau.
Tersusun seperti roset
Bentuk daun memanjang seperti pedang,
getas, tersusun seperti roset pada batangnya ciri khas aloe. Bunganya
terletak di tengah-tengah roset daun, berupa tandan. Salah satu
spesiesnya yang sangat populer di Indonesia adalah lidah buaya (Aloe vera).
Tanamannya banyak dipelihara di pekarangan rumah atau pot sebagai
tanaman hias, sekaligus tanaman obat keluarga. Kalau kulit daun dibeset
akan terlihat daging daunnya padat, bening, dan berlendir, mirip
agar-agar.
Selain lidah buaya, banyak species aloe lain yang dikembangkan untuk tanaman hias. Aloe salah satu nama kelompok genus famili Liliaceae
(bakung-bakungan), sehingga masih berkerabat dekat dengan bawang, lili
dan bakung. Di dunia terdapat sekitar 270 spesies anggota aloe, belum
termasuk hibridanya.
Eksklusif
Aloe bainesii tree
gambar : Nelly. S
gambar : Nelly. S
Aloe bainesii
dapat mencapai tinggi 6 m. cocok untuk taman. Tanaman ini adalah
termasuk aloe pohon, karena tinggi dan batang pokoknya terlihat jelas,
serta dapat bercabang-cabang seperti pohon. Aloe itu tergolong langka
dan eksklusif, harganya bisa di atas satu juta rupiah per batang untuk
tanaman yang masih juvenil (anakan).
Aloe ballyi juga termasuk aloe
pohon, yang tingginya bisa mencapai 1,5 m. batangnya bulat tegak
meninggi. Penampilannya mirip palem atau pohon kelapa dengan kumpulan
daun di atas sebagai tajuknya.
Aloe ferox
gambar : aloeferoxafrica.com
gambar : aloeferoxafrica.com
Aloe ferox atau Aloe hanburyi
juga termasuk aloe yang dapat tumbuh tinggi dan besar, sehingga
termasuk pula aloe pohon. Di bawah roset daun terdapat tegakan batang
yang membulat, dan tidak berdaun lagi setelah tanaman tumbuh setinggi 1
m. daun lanset memanjang, berselaput lilin, berwarna kemerah-merahan.
Duri daun terdapat di sembarang tempat. Duri di tepi daun panjang, kuat,
bengkok. Demikian pula duri pada tengah, sisi, dan bawah daun.
Berdasarkan warna daunnya ada yang variegata, sehingga nama ilmiahnya
disebut Aloe ferox variegata.
Spesies aloe lain pada umumnya berukuran sedang sampai mini. Cantik sekali kalau diperlakukan sebagai tanaman pot. Masing-masing spesies memiliki ukuran, warna dan penampilan yang unik. Yang tergolong eksklusif antara lain Aloe polyphylla, Aloe dichotoma, A. marlothii, A. ramosissima, A. arborescens, dan A. plicatilis.
Aloe dichotoma
gambar : namibgarden.co.za
gambar : namibgarden.co.za
Beberapa spesies lain yang unik adalah Aloe peglerae,
Aloe burgerfortensis, Aloe erinacea, Aloe garippiensis, Aloe
mudenensis, Aloe humilis, Aloe arborescens variegata, Aloe
branaraiensis, Aloe mitriformis, Aloe deltoideodenta, Aloe somaliensis,
Aloe plicatilis, Aloe plicatilis var. variq, Aloe broomii, Aloe chabaudii, Aloe gracilis, Aloe bellatula, Aloe haworthioides, Aloe brevifolia, Aloe beocock, Aloe Black Beauty, dan Aloe aubareschis. Keunikannya terletak pada corak warna, bentuk daun dan susunan rosetnya yang berbeda dengan lidah buaya biasa.
Tahan kekeringanAloe termasuk tanaman yang paling mudah dirawat, dan tahan kekeringan. Sebagai tanaman hias keluarga di rumah, walau ditinggal atau tidak tersiram air selama seminggu sampai dua minggu, aloe tak akan mati. Ini karena ada cadangan air di daun. Di alam, aloe tumbuh di daerah yang curah hujannya rendah seperti afrika Selatan dan Madagaskar. Daya tahannya terhadap kekeringan luar biasa, tak kalah unggul dibandingkan sanseviera, cocor bebek, sedum, agave, dan kaktus, yang semuanya juga termasuk sukulen.
Sumber : http://www.ngasih.com/2014/10/21/jenis-tanaman-lidah-buaya-aloe-species-spesies-aloe/







0 komentar:
Posting Komentar